Laboratorium analitik yang mengolah sampel geokimia, logam, lingkungan, hingga pangan dan pertanian kerap menghadapi pertanyaan yang sama: metode destruksi sampel mana yang paling efisien dan aman? Produsen peralatan laboratorium asal Kanada, ColdBlock Technologies Inc., menawarkan pendekatan digesti berbasis sinar inframerah yang diklaim lebih cepat dan hemat tenaga dibandingkan digesti microwave. Di Indonesia, ColdBlock menunjuk PT. Saylendra Panca Teknika sebagai Distributor Tunggal untuk penjualan se-Indonesia.
Apa Itu Digesti ColdBlock dan Digesti Microwave?
Digesti, atau di banyak laboratorium Indonesia disebut destruksi basah, adalah proses melarutkan sampel padat dalam asam agar unsur-unsur di dalamnya dapat terdestruksi secara sempurna dan dapat dilakukan analisa lanjutan dengan instrument terkait.
Sistem pada Coldblock bekerja dalam kondisi terbuka dan tanpa tekanan. Energi inframerah gelombang pendek difokuskan langsung ke sampel, sementara blok pendingin membantu menahan uap dan larutan sampel. Kombinasi ini, kata perusahaan, menghasilkan digesti yang sangat cepat dan efisien.
Digesti microwave menggunakan sistem tertutup bertekanan dengan energi gelombang mikro sebagai sumber panas. Gelombang mikro memanaskan asam, sedangkan tekanan memungkinkan suhu mencapai tingkat lebih tinggi serta perlu adanya proses pendinginan saat proses digestinya selesai.
Perbandingan Kedua Metode
| Kriteria | ColdBlock | Microwave |
|---|---|---|
| Sistem | Terbuka, tanpa tekanan | Tertutup, bertekanan |
| Ukuran sampel | Hingga 30 gram | Hingga 2 gram |
| Waktu siklus digesti | 10–45 menit | 30–90 menit |
| Throughput | Sangat tinggi (klaim 2–4 kali metode lain) | Sedang hingga rendah |
| Kemudahan penggunaan | Operasi satu tombol, antarmuka tablet | Banyak tahap, perlu pelatihan |
| Akurasi dan repeatabilitas | Sangat baik | Sangat baik |
| Dampak lingkungan | Rendah | Sedang |
Sumber: ColdBlock Technologies Inc.
Kapasitas Sampel dan Kecepatan
Perbedaan paling mencolok ada pada kapasitas sampel. ColdBlock mampu menangani sampel hingga 30 gram, sedangkan microwave dibatasi sekitar 2 gram. Bagi laboratorium yang mengolah sampel heterogen, seperti material geologi, ukuran sampel yang lebih besar dapat membantu menghasilkan data yang lebih representatif.
Dari sisi waktu, ColdBlock memerlukan waktu digesti 10–45 menit, sementara microwave memerlukan 30–90 menit. Selisih ini bertambah karena microwave memerlukan tahap depresurisasi untuk menurunkan tekanan setelah proses destruksi, pendinginan untuk menurunkan ke suhu ruang, dan pembukaan tutup vessel satu per satu. ColdBlock tidak ada waktu tunggu pendinginan dan sampel ditangani per batch, sehingga throughput diklaim naik dua hingga empat kali lipat.
Kemudahan Operasional
ColdBlock memiliki sistem antarmuka tablet yang intuitif, pengoperasian satu tombol yang dapat diprogram, serta pencatatan otomatis setiap proses digesti. Pengguna juga tidak perlu memantau proses selama berjalan.
Sebaliknya, digesti microwave prosesnya mencakup beberapa tahap persiapan, termasuk mengencangkan dan melepas tutup vessel dengan torsi tertentu, serta memerlukan pemrograman dan pelatihan operator.
Keselamatan Kerja: Dua Pendekatan Berbeda
Aspek keselamatan memperlihatkan bahwa masing-masing metode punya kelebihan.
Sistem tertutup pada microwave menghilangkan uap asam selama digesti. Namun, tekanan tinggi menuntut penanganan khusus, dan risiko kejadian tekanan berlebih (over-pressure) tetap ada.
ColdBlock memiliki keunggulan pada tidak adanya tekanan, berkurangnya uap asam berkat zona pendingin, serta kebutuhan asam berbahaya yang lebih sedikit. Sistem ini juga dilengkapi penampung tumpahan, dan blok pendingin memungkinkan tabung ditangani dengan aman selama dan setelah digesti.
Akurasi dan Dampak Lingkungan
Kedua metode sama-sama dinilai memiliki akurasi dan repeatabilitas sangat baik. ColdBlock menyebut energi inframerah yang terfokus pada sampel menghasilkan pelarutan lebih sempurna dan hasil yang konsisten. Microwave mengandalkan lingkungan digesti terkontrol untuk menekan variabilitas.
Dari sisi dampak lingkungan, ColdBlock lebih unggul (dampak rendah) karena memakai lebih sedikit asam dan menekan uap asam yang dihasilkan. Microwave berada di tingkat sedang karena sistem tertutupnya membantu mengurangi emisi, tetapi dampaknya belum serendah ColdBlock.
Jenis Sampel yang Didukung
Kedua metode dapat diaplikasikan pada beragam matriks sampel. ColdBlock telah digunakan untuk sampel geokimia, logam, lingkungan, serta pangan dan pertanian, dengan recovery yang baik untuk unsur volatil maupun refraktori. Sementara itu, digesti microwave juga dapat mengakomodasi rentang matriks yang luas, tetapi dibatasi oleh massa sampel maksimum yang lebih kecil sehingga kurang fleksibel untuk sampel berukuran besar.
Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Pilihan bergantung pada kebutuhan laboratorium. ColdBlock tampak menarik bagi laboratorium dengan volume sampel besar, sampel berukuran besar, dan keterbatasan tenaga analis. Digesti microwave tetap relevan bagi laboratorium yang sudah memiliki prosedur baku berbasis sistem tertutup atau yang mengutamakan penghilangan uap asam selama proses.
Sebelum memutuskan, laboratorium disarankan melakukan validasi menggunakan bahan acuan bersertifikat (CRM) dan membandingkan hasilnya langsung pada matriks sampel yang biasa dianalisis.
ColdBlock di Indonesia: Tersedia Lewat Saylendra Panca Teknika
Bagi laboratorium di Indonesia yang tertarik mengenal lebih jauh teknologi ini, ColdBlock disediakan oleh Saylendra Panca Teknika. Laboratorium dapat menghubungi perusahaan tersebut untuk menanyakan spesifikasi, ketersediaan unit, maupun kebutuhan aplikasi pada jenis sampel tertentu.
Kontak Saylendra Panca Teknika
- WhatsApp: (+62) 811-1999-861
- Email: info@saylendra.co.id
- Website: saylendra.co.id
Tanya Jawab Singkat
Apa bedanya digesti ColdBlock dan microwave?
ColdBlock memakai sistem terbuka tanpa tekanan dengan pemanas inframerah, sedangkan microwave memakai sistem tertutup bertekanan dengan energi gelombang mikro.
Berapa kapasitas sampel masing-masing metode?
Menurut ColdBlock, sistem mereka mencapai 30 gram, sedangkan microwave hingga 2 gram.
Mana yang lebih cepat?
ColdBlock mengklaim 10–45 menit, sedangkan microwave 30–90 menit.
Apakah akurasinya berbeda?
Keduanya dinilai sangat baik, tetapi klaim tersebut berasal dari produsen dan perlu divalidasi di laboratorium masing-masing.
Sumber: ColdBlock Technologies Inc., Comparison of ColdBlock and Microwave Digestion (coldblock.ca, info@coldblock.ca). Informasi ketersediaan di Indonesia: Saylendra Panca Teknika.